Sahabat Nabi yang Kaya Raya dan Dermawan
Abdurrahman bin Auf adalah salah satu dari sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga. Beliau dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, saudagar kaya raya, namun memiliki tingkat kedermawanan yang luar biasa.
Hijrah Tanpa Harta
Saat hijrah dari Mekkah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf meninggalkan seluruh harta kekayaannya. Di Madinah, ia dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi', salah satu orang terkaya di Madinah. Sa'ad bahkan menawarkan separuh hartanya, namun Abdurrahman menolak dengan halus dan hanya meminta, "Tunjukkanlah kepadaku di mana letak pasar."
Kedermawanan yang Tak Tertandingi
Berkat keuletannya, Abdurrahman kembali menjadi orang kaya di Madinah. Namun, kekayaan tidak membuatnya sombong. Ia selalu menggunakan hartanya untuk membela dan menyiarkan agama Islam.
- Menyumbangkan 40.000 dinar emas, 500 ekor kuda, dan 1.500 ekor unta untuk pasukan kaum muslimin pada Perang Tabuk.
- Memerdekakan ribuan budak dengan hartanya sendiri.
- Menyantuni para janda dan keluarga syuhada setelah Rasulullah wafat.
"Harta yang sebenarnya adalah apa yang engkau infakkan di jalan Allah, karena itulah yang akan kekal menemanimu di akhirat kelak."
Kisah Abdurrahman bin Auf mengajarkan kita bahwa menjadi kaya dalam Islam sangat diperbolehkan, asalkan harta tersebut digunakan sebagai alat untuk mencari keridaan Allah SWT dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.